Selasa, 17 Februari 2009

Ketulusan Pria

Seperti banyak kisah tentang penciptaan manusia pertama Adam oleh Tuhan. Tuhan menciptakan Adam dengan memberikan segala cintanya dan saat Adam tercipta oleh Tuhan, kondisi perasaan Tuhan mungkin sama bahagianya, sama mencintainya dengan segala makhluk yang lain tercipta.
Mungkin hal ini membuat Pria doyan menyebarkan cinta ke beberapa wanita. haha
Namun ada hal yang lebih lucu, mungkin karena Adam memberikan secara tulus tulang rusuknya untuk Hawa,maka pria lebih tulus memberi wanita yang baru dia doyanin..namun lama2?Tak tau de hehehe
itu aja tulisan iseng gw

Rabu, 28 Januari 2009

Hamas or Israel?

Hamas or Israel?

ahh speak mid-east conflict exercise
Speak Gaza, speak Israel with Hamas
Speak about diplomacy
Speak about Obama
Speak about UN
Speak about peace
Speak about children Palestine that cry
A father sees the oldest child little bleeds
Speak about suffering scream
Then
There that agrees Hamas
There that says Israeli acts on believe
There that say Hamas defend people Palestine
Then
Which may be peace is realized with bomb reply bomb
If care, realize peace with affection
Sarcastic towards diplomacy
What else that can be done if not diplomacy?
Weapon
If say cruel Israeli then Hamas what’s?
Israeli really impolite
Israeli 100% wrong
But bullet and bomb that throwed Hamas what’s?
Why still sarcastic with diplomacy if only that peace road?
Speak to whom true?
True only god

Senin, 26 Januari 2009

Iklan SBY, Golkar dan Gerindra

Hahaha
Sebagai pelajar yang belajar tentang public relations sedikit menyayangkan iklan politik bapak SBY. Jika anda pernah menonton makan anda akan mendengar "Dalam sejaranh pertama kalinya BBM diturunkan hingga tiga kali...". Ckckck, seharusnya Bapak SBY yang selama ini telah membangun citra yang luar biasa baik dengan pidato luar negerinya (Banyak hal tentang Demokrasi, Islam, dan perdamaian berjalan selaras) dan dengan usaha kerja keras jubir2nya (Andi dan Dino) tidak begitu saja menjadi narsis dengan iklan mengusung "Turunya BBM". Mengapa?
Pertama, turunya BBM tidak dibarengin dengan turunya harga komoditi. Sehingga rakyat merasa tidak memberi perubahan yang menguntungkan. Jelas ini diturunkan karena memang berdasarkan perbaikan ekonomi atau sebuah ekspetasi politik?
Kedua, ada yang lucu, mengapa penurunan BBM itu begitu dibanggakan sehingga diiklankan jika memang ini adalah faktor ekonomi (Permintaan) bukan prestasi yang gemilang dalam pembangunan. Jelas2 saya pernah mendengar bahwa SBY sebagai pemerintah mencanangkan pembangunan jangka panjang sehingga turunya BBM itu tidak masuk akal sebagai jangka panjang karena waktu BBM dinaikan bukankah alasanya "Yang menerima dan diuntungkan rakyat menengah atas yang punya kendaraan pribadi jika BBM tidak dianaikan atau dicabut subsidinya". Jelas tujuan ini jangka panjang. Jika BBM tidak diturunkan dan ternyata rakyat sudah menerimanya ya baguslah jika akhirnya pemerintah menambah profit untuk negara sebagai pembangunan. Lha percuma BBM turun namun harga tetap melambung tinggi. Jelas ini politik dan iklan SBY tersebut tidak relevan atau terbilang ceroboh. Meskipun saya mengakui banyaknya perubahan yang terjadi di Indonesia semenjak dipegang Bapak SBY.
GOLKAR dengan iklan "Perdamaian dan peratuan". Mengusung perdamaian ACEH, Poso, dan Papua. Lah ini jelas ada bagi2 jasa yang sama sekali tidak baik dilakukan oleh golongan karena bukankah partai harus menyampingkan kepentingan golongan?
Begini maksud saya, jelas2 dalam buku "Indonesia Unggul" kumpulan2 pidato SBY banyak mengatakan bahwa perdamaian Aceh itu karena bapak SBY sendiri yang sejak Gusdur hingga menjadi Menkopolkam masa Megawati dulu hingga sekarang (Melalui janji kampanye Pemilu 2004) ingin mendamaikan Aceh. Saat terjadi Tsunami di Aceh, Bapak SBY meminta pihak GAM untuk berdamai demi pembangunan Aceh. Perjanjian Helsinkilah jawaban dari permintaan SBY. Jika saja bapak SBY tidak berkomitmen untuk mewujudkan perdamaian Aceh maka Aceh mungkin sama dengan nasib rakyat di Palestina sekarang. Bahkan bapak SBY menjadi inspirasi pemimpin dunia dengan mengatakan "Jika banyak konflik yang sampai sekarang belum terselesaikan, ingatlah Aceh yang kini damai". Tapi kenapa tiba2 Golkar dengan Jusuf Kalla mengklaim bahwa golkar lah berperan besar masalah perdamaian di Aceh?
Ini jelas bukti adanya bagi2 hasil yang terlihat untuk menguntungkan golongan saat kampanye. bagaimana tidak rakyat GOLPUT jika pemerintah yang sedang naik daun eh mala dijatuhkan demi kepentingan golongan lagi? MUI inisalah satu alasan meraka Golput jadi janganlah diharamkan karena bagaimana mungkin rakyat memilih halal pempimpin yang haram?
Bapak Jusuf Kalla jelas2 sejak awal lebih konsentrasi dengan pembangunan ekonomi jadi mungkin akan relevan jika kampanye nya soal BBM (Meskipun masih maksa) dan SBY dengan perdamian yang merupakan sosok pemimpin berlatar belakang ABRI.
Sayang sekali mereka salah langkan bagi saya.

Gerindra justru banyak mencuri perhatian dengan berbagai iklan yang luar biasa positif. Namun lagi2 jangan sampai PR Gerindra hanya memoles kecantikan saja namun tidak membuka mata hati masyarakat. Rakyat hanya ditipu dengan iklan2 yang penuh dengan kecantikan (Ibarat opera, make up artist nya TOP).
Yang buat saya kagum, Gerindra membuat iklan dengan masing2 tema seperti Lebaran, Natal, Waisak, dan bahkan Imlek. Dasyat dananya...Seandainya Gerindra memang demikian nantinya seperti di iklan nya ideal sekali partai ini.
namun sayang sekali, berdasarkan desas desus antek2 Prabowo masi seperti ORBA bahkan pengurus-pengurus dewan gerindra masih seperti pejabat pada umumnya, genit, malas, dan ujung2nya uang. Harusnya PR Gerindra bisa lebih memberi pelatiahan internal bagai pengurus Gerindra agar desas desus tersebut bisa ditangkis. Namun apakah bisa? Tentu saja bisa selama ada niat.

Akhir dari tulisan ini adalah saya sebagai pelajar PR mau memiliki contoh praktisi PR khususnya dalam politik yang bukan hanya sekedar memoles partai menjadi cantik namun dapat mendidik rakyat tentang makna partainya dan Pemilu nanti. Kenapa saya berkata demikian? Karena Prof. Paulus Wirutomo (Guru Besar FISIP UI) pun berkata demikian pada waktu seminar lalu.

Selamat memilih

Kamis, 27 November 2008

Serap Tiap Kata Tabu Tiap Ucap

Sekarang makan pun terasa hambar
Tiap jam terlintas kekalahan
Tiap menit hancurkan hati
Tiap detik matikan rasa
Saat kejujuran justru menghancurkan
Lalu untuk apa lagi?
Berlaga dalam suasana melankolis
Justru dosa ini terbawa hingga kelam
Bahkan tanpa berkata pun,
diri ini hanya manusia gembul tak bermakana
Apa lah hebatnya saya?
Tak terpintar
Tak tersemenawan
Bahkan tak sediam pria
Maka seraplah kata ini
Namun tabukan untuk diucapkan

Rabu, 08 Oktober 2008

Akhirnya SBY melakukan Kegiatan PR yang Oke Lagi

Setelah hati ingin mulai mengkritik mengapa saat film Laskar Pelangi yang begitu dasyat dari pada Ayat-Ayat Cinta, Presiden kita kok gak nonton2 untuk mendukung secara disintensif alias penghargaan akan film yang bermutu untuk generasi bangsa.
Akhirnya malam tadi SBY menonton juga film ini. Saya rasa ini kegiatan PR yang bagus untuk menunjukan bahwa pesan pada film ini sangat dibutuhkan bangsa Indonesia yang kian hari disuguhkan film yang tidak memiliki nilai moral. Film mesum kini kembali bermunculan dengan pesan-pesan pembodohan bangsa. Untung Presiden kita saat ini lebih concern dengan karya anak negeri bermutu seperti Mira Lesmana dan Riri Riza.
Mudah2an selanjutnya bangsa Indonesia juga bisa concern dengan film cerdas ketimbang nonton film2 aneh tak jelas.

Sabtu, 13 September 2008

Pelipur Lara Pecundang

2:04

If my girl friend write this morning, that’s normally because she really difficult to sleep. Ya, entah kenapa sekarang gw yang susah tidur. Biasanya mulai ada rasa melankolis dalam diri gw sehingga gak bisa tidur dan dilampiaskan dengan tidur.
Ada banyak hal yang terjadi dalam hidup gw akhir2 ini. Itu sebabnya kalimat yang sering gw pake adalah gw musisi yang dicundangi oleh 2 laki2 hebat di sana. Ini soal band gw yang harus mulai belajar dewasa kembali. Setelah bermain sedikit berantakan di Viky Sianipar, band BlueMarry harus menerima kehilangan kembali personilnya. Tidak tanggung2 tiga personil meninggalkan band yang gw rintis sejak tahun 2005. Ya, klo mas Dadi Jikustik bilang ama gw inilah seleksi alam yang berlaku. Thx mas Dadi menyadarkan gw bahwa musik bukan hanya sekedar permainan namun ada kerja keras yang harus kita lakukan agar tidak tergeser dari seleksi alam.
Gw gak kan mengurangi kinerja profesionalisme band gw, band BlueMarry tetap manggung di Mall of Indonesia klp. Gading nanti pada tanggal 14 September dengan personil yang hebat. Gw gak kan banyak menaruh harapan dengan personil baru namun yang jelas selama gw berpegang pada keyakinan ini lah yang akan terjadi.

Sakin melankolisnya gw coba tulis dengan gaya sastrawan yang pernah gw baca buku2 para sastrawan hebat,hehehehe

Mati tersungkur dalam kelam ketiadaan itulah kegagalan mutlak
Saat darah ini terpacu oleh banyaknya pekerjaan sehingga liburan terasa mahal
Semahal-mahalnya berlian maka itulah kegagalan mutlak
Pernah seorang kawan menyatakan bahwa akulah teman baiknya
Setan macam apa rasa ini rasuki keyakinan akan kesetiaannya
Meludah saja tak pantas dalam kalbu yang paling dalam saat dirinya tinggali diriku dalam kegagalan mutlak
Terlalu sempit matanya, maaf bukan karena dirinya keturunan cina karena bukan itu yang kumaksud sebab akulah cina sejati juga
Mata yang sempit ini membuat dia muda berkata tanpa memandang ada mata yang keluarkan air matanya untuk minta berhenti bicara sebab akulah kegagalan mutlak. Kegagalan mutlak!!! Sekali lagi akulah akulah kegagalan mutlak!!!
Kini saat sang wanita berpesan jangan diriku masuk dalam dendam
Masuk dalam dunia kebencian
Istana kemurkaan
Pulau ketidak yakinan
Samudera apatis
Hutan pesimistis
Lihat kawan kau
Ku katakan kawan kau bukan teman baik kau
Menderita untuk mu kau biarkan
Berkorban untuk mu kau lepaskan
Ajak lah dia sekali-kali untuk bertemu dan tertawa bersama kau
Dia menunggu di persimpangan jalan Senen Raya
Iya, aku malu akan kemunafikan
Kalah dalam harga diri
Membunuh jiwa ini hanya untuk keahlian yang sebenarnya tunggu waktu saja aku dapati
Kegaglan mutlak kini jadikan kegagalan mutlak untuk teman baik diriku
Bukan kawan ku

Rabu, 03 September 2008

Di Balik Mogoknya Supir Busway dan Kepekaan PR

Di Balik Mogoknya Supir Busway dan Kepekaan PR

Hari pertama puasa seharusnya menjadi hari yang penuh hikmat bagi umat muslim. Masa di mana kesabaran diuji, pintu maaf dibukakan, dan terlebih menghindari dendam dengan sesama. Namun mungkin tidak untuk para pegawai dan supir busway koridor Pulo Gadung dan Kali Deres yang menjadi koridor II dan V.
Mereka pada mogok kerja pada hari pertama puasa, pada tanggal 1 September. Masalahnya adalah pemotongan gaji oleh pihak manajemen TransJakarta. Mungkin pemogokan ini banyak orang menganggap wajar dilakukan para pegawai jika terjadi pemotongan gaji. Namun bagaimana pun juga perusahaan yang mengalami pegawainya mogok kerja mencerminkan perusahaan itu memiliki ‘jarak’ yang jauh antara pihak top manajemen dengan bawahannya yang seharusnya tidak berlaku lagi hal demikian bagi perusahaan modern atau jaman sekarang.
Perusahaan sehat jaman sekarang ini harus menghilangkan ‘jarak’ dari atasan dan bawahan terutama dalam hal komunikasi (Tentu dengan kaidah dan organisasi yang berlaku). Menghilangkan jarak bukan berarti bawahan bisa kurang ajar dengan atasan melainkan adanya hubungan harmonis di mana para pekerja secara sadar paham bahwa siapa yang harus dihormati dan disegani. Dan semua ini tidak melulu menjadi tugas pihak direktur. PR dapat mewujudkannya.
Setahu saya Trans Jakarta memiliki orang-orang PR sendiri terbukti adanya majalah dan koran untuk pegawai dan penumpang Busway. Itu salah satu tugas dari PR. Waktu itu saya sangat memuji dengan cara kerja PR Trans Jakarta bahkan dikatakan kagum bahwa akhirnya ada juga angkutan publik yang dengan berhasil menjalankan PR dengan baik di Jakarta. Lama menunggu bus datang tak jadi soal sebab ada kerjaan yaitu membaca koran dari Trans Jakarta.
Kekaguman saya seketika hilang saat mendengar pegawai dan supir Trans Jakarta mogok kerja dan menelantarkan penumpang karena pemotongan gaji. Parahnya lagi pihak manajemen mengaku tidak tahu menahu soal aksi mogok ini.
Jika saja PR Trans Jakarta peka, hal pemogokan bisa saja tidak terjadi. Tidak mungkin aksi pemogokan ini dapat disimpan rapi rahasianya karena saya yakin pegawai Trans Jakarta bukan intel yang luar biasa dapat mengkoordinasikan aksi mogok diam-diam.
Pihak manajemen Trans Jakarta jika memahami manajemen konflik pasti saat ada desas-desus akan ada aski mogok kerja sebaiknya langsung diadakan pertemuan dengan pihak atasan dan pegawai yang ingin mogok kerja. Jika soalnya pemotongan gaji yang hematnya menurut pihak manajemen pasti tidak bakal diterima berarti benar-benarlah pihak manajemen Trans Jakarta belajar banyak soal PR.
Saya akui saya belum terjun langsung menjadi praktisi PR namun saya banyak belajar dari praktisi PR.
Ada salah satu perusahaan legendaris diceritakan oleh dosen masalah PR. Waktu itu krisis moneter dan perusahaan ini mengalami kerugian besar sehingga perlu adanya PHK besar-besaran. Kemudian pihak manajemen perusahaan tersebut mengadakan pertemuan seluruh pegawai dan berkata “Kalian tahu bahwa krisis moneter sedang menghancurkan perekonomian dan perusahaan kita tidak dapat lagi bertahan jika tidak mengambil tindakan untuk menyelamatkan perusahaan. Kami memutuskan untuk mengambil tindakan melakukan PHK hampir 50% seluruh karyawan. Kami tahu ini sangat buruk dan pihak perusahaan mencoba untuk menghindari hal itu terjadi maka hal yang paling terburuk adalah pemotongan gaji sebesar 20% berlaku untuk semua jabatan hingga manajer agar terhindar PHK tersebut. Silahkan anda memilih pemotongan gaji atau PHK”
Hasilnya luar biasa, semua pegawai tersebut memilih dipotong gajinya sebesar 20%. Seandainya saja PR Trans Jakarta dapat peka dan membangun arus komunikasi yang baik maka aksi pemogokan bahkan adu mulut di depan kameramen peliputan berita tidak akan terjadi. PR bukan melulu mengenai sesuatu yang bersifat kaku melainkan luwes dan memiliki nilai manusiawi.