Kamis, 05 November 2009

Belajar Dari 2 Minggu untuk 2 Tahun ke depan

Beberapa waktu ini saya banyak belajar dari kesalahan diri saya sendiri, orang lain, keluarga,teman yang baru saya kenal, dan dari mereka yang sama sekali saya tidak kenal.

Begitu puas rasanya intelektual ini dan emosi intelejen ini bertumbuh dengan berbagai masalah dan kelucuan. Entah kepintaran dari mana membuat orang tak berkutik bicara dan salah tingkah dengan ucapan yang begitu tulus dan jujur untuk dilontarkan.

Hingga seorang wanita bule di FB mencari perang dengan profile di FB saya beberapa waktu yang lalu yang saya anggap mungkin ini bukan ‘bule’ beneran karena gaya bicaranya di FB dengan Ing sangat lucu dan patut dianalisis sebab bukan kebiasaan bule di dalam tulisannya...

Melanjutkan pertemanan dengan seorang yang terlanjur lahir kaya dan banyak belajar dari sikap orang yang terlanjur terlahir kaya.

Masuk dalam intuisi dan perspektif membuat saya banyak belajar arti dari perubahan yang cepat dan tak patut dibela sebenarnya.

Cerita seorang wanita kuat yang lemah karena harus menerima kenyataan dikalahkan oleh sesuatu yang bersifat jangka pendek dan niat baiknya tersapu begitu saja oleh kebodohan akan pengaruh lingkungan.

Sebaiknya apakah semua yang baca tulisan ini akan bermanfaat? Saya rasa tidak jika kau melihat siapa profile si penulis...namun akan bermanfaat jika melihat dalam diri sendiri apakah saya demikian...

1. Kamu pikir SUDAH DEWASA? Entah kenapa saya benci dengan kata ‘Dewasa’...terlebih manusia mengajari saya bersikap dewasa...Saya katakan “TIDAK ADA MANUSIA DEWASA YANG MERASA DIRINYA DEWASA” Saya harap dengan terus berbuat salah maka diri ini berusaha malu dan belajar serta tidak berusaha mencari kebenaran demi harga diri maka tumbuh dewasa satu lagi...

2. Kamu yang baru saja menemukan dunia baru... Saya belum menemukanya,,,namun apa yang saya lihat dari kamu,tampaknya itu bukan sesuatu yang baru namun sesuatu yang hadir pada giliran kamu untuk digoda. Lupa akal sehat, putuskan dengan emosi, maka jangka pendek yang kamu dapatkan. Sakiti satu orang terbaik untuk sepuluh orang terbiasa...Saya salah dan maafkan saya yang selalu berasumsi,,,namun jika asumsi saya salah maka belum tentu kamu benar,,,namun jika asumsi saya benar belum tentu kamu salah...Yang pasti di dunia ini tiada benar dan salah,,,maka tidak heran kesalahan besar dapat dimaafkan...


3. Kekanak-anakan!!! Saya suka bersikap seperti anak kecil namun saya benci orang yang menunjukan sikap kekanak-anakan itu jelek. Apa kamu pikir perilaku anak kecil buruk? Sehingga seorang besar seperti saya tidak boleh bersikap seperti anak kecil? Namun terlebih penting definisi sikap anak-anak itu tidak ada...Anak dapat menangis, dewasa dapat menangis juga,,,anak dapat mengeluh,dewasa dapat mengeluh juga,anak mengadu, dewasa juga bisa mengaduh, anak membenci, dewasa juga boleh membenci,,,Lalu apakah anak kamu nanti buruk? Jika tidak,mengapa seorang bersikap anak-anak dikatakan buruk? Atau jangan-jangan kamu pun juga seperti anak-anak TK yang tidak sok lebih dewasa dan menunjukan dengan teman-teman sekelasnya jika kamu lebih dewasa???

4. Saya sudah lakukan dan saya selalu salah...Namun saat saya meminta bantuan pada pemimpin saya tiga kali dan tiga kali pun gagal...Lalu apa yang salah dari saya? Mengapa seorang pemimpin tidak mencoba mengaku salah pada bawahannya dan berharap bawahannya berhasil di dalam kepemimpinannya...


5. Saya peduli maka saya lakukan,,,Saya tidak peduli tetap saya lakukan,,,sebab pilihan kebaikan adalah tetap lakukan meskipun tidak peduli,,,


Makna apa lagi yang lebih besar dalam hidup ini? Jangan anggap kecil dan merasa benar maka enggan berubah...Saya enggan berubah dan malu,mari berubah menjadi yang terbaik sebab saya kamu dan lainnya sama-sama tersenyum dalam kekonyolan yang pernah dilakukan...

Buat apa pangsa harga diri jika memang ternyata kita terlanjur rendah? Lebih baik mengaku rendah dan meminta diajarkan untuk tinggi...Lebih baik belajar sombong daripada merasa diri sudah hebat...

Senin, 19 Oktober 2009

CATET : Saya Ligwina Hananto. Saya TIDAK membeli asuransi unitlink :P

Saya tertarik dengan blog seorang konsultan keuangan yang sedang tenar-tenarnya Ligwina Hananto. Di blognya dikatakan CATET “Saya tidak membeli asuransi unit link”. Saya pun tertarik untuk membacanya dan hasilnya saya jadi tergoda untuk ikut berkomentar blog tersebut.

Sah-sah saja dong,dia berkomentar soal asuransi unit link, dan saya berkomentar blog nya,hehehe. Bedanya CATET ya, Ligwina seorang konsultan keuangan yang cukup tenar, dan saya hanya seorang konsultan asuransi yang setelah lulus langsung terjun di dunia asuransi dan belum terkenal seperti Mba Ligwina.hehehe

Baik langsung saja ke blognya; (Nanti komentar saya di bawah jawaban Mba Ligwina”

CATET : Saya Ligwina Hananto. Saya TIDAK membeli asuransi unitlink :P

Ada beberapa ’teman’ yang tanya kenapa saya TIDAK BELI unitlink. Banyak banget alasannya Boss Smile. Mungkin ya... kalau ada teman-teman yang mau seperti saya Tongue outjawaban seperti di bawah ini bisa membantu heuheuheu...

Mbak, produk kami adalah produk unitlink dari perusahaan ternama XYZ.

“Gak mau Mas, saya gak perlu unitlink.”

Klo jawaban ini tentu hanya seorang financial planning yang terpikir jawab “Gak mau Mas,saya gak perlu unitlink”. Sebagian besar masyarakat Indonesia, meskipun agen asuransi berterbaran di mana-mana belum paham unit link itu opo iki...dan klo dijelasin mala bilang “Wa saya bingung,yang sederhana saja...” Dijelaskan secara sederha takut orang-orang seperti Mba Ligwina nuduh kita memanipulasi konsumen lagi,,,hehehehe


Tapi kan perlu investasi Mbak.

“Sudah investasi dong Mas. Untuk investasi saya pakai beberapa reksadana, beberapa bisnis, properti dan saham”

Wah hebat ya Mba Ligwina,memang benar-benar konsultan keuangan sejati. Saya pun akan lakukan demikian jika sudah memiliki penghasilan yang cukup. Artinya bukankah investasi seperti itu akan baik dilakukan jika fondasi dasar seperti kebutuhan hidup, tabungan, dan asuransi sudah terpenuhi dengan baik. Namun klo soal reksadana kyaknya sekali lagi orang-orang yang benar-benar paham soal keuangan baru mengerti de,,,coba de Mba Ligwina datang ke engko2 di Tanah Abang, nanya punya reksadana gak? Pasti sebagian besar jawabnya “Apaan tuh?Saham?” Padahal properti dan bisnis nya di mana-mana dan duit banyak seperti Mba Ligwina.hehehe


Tapi reksadana kan ada risikonya Mbak.

“Unit investasi dalam unitlink itu kan reksadana juga Mas. Resiko investasinya sama saja, tergantung jenis instrumen di dalamnya.”

Betul Mba, semua punya resiko, menyewa mba Ligwina sebagai konsultan keuangan pribadi pun juga punya resiko. Tapi seberapa besar resiko itu. Setahu saya, unit link merupakan salah satu alternatif biar orang yang siap berinvestasi di reksadana namun belum paham benar mereka menyerahkannya ke lembaga keuangan ya semacam management assetlah...Mba Ligwina lebih paham de...Asuransi dengan unit link adalah salah satu alternatifnya.


Unitlink kan ada asuransinya… dengan 1 juta / bulan, UP nya besar lho Rp 280 juta.

“No thank you. Rp280 juta gak cukup Mas. Itu cuma seharga mobil suami saya. Masak nilai nya suami saya disamain sama mobilnya? Kami sudah fully covered Mas, Uang Pertanggungannya Rp 1M, cuma bayar Rp 4 juta / tahun. Uang Pertanggungan Rp 4M,cuma bayar Rp 13 juta /tahun. Jauh kan? (FYI, asuransi jiwa term life 10 tahun untuk seseorang berusia sekitar 30 tahun, dengan Uang Pertanggungan di bawah Rp 400 juta, paling-paling preminya hanya Rp 750 ribu / tahun)”

Nah klo yang ini,agen asuransi nya yang kurang training. Ya iyalah, masa Mba Ligwina disuruh nabung Rp.1juta/bulan??? Cari dong kebutuhan Mba Ligwina apa..Betul gak Mba?


Dalam unitlink ada waiver dan rider yang sangat berguna lho Mbak. Jadi kalau ada apa-apa dan tidak dapat membayarkan premi nya lagi, perusahan asuransi akan melanjutkan investasinya. Jadi di tahun ke 13, uang sekolah S1 nya dapat tetap tercapai.

“UP asuransi jiwa kami sudah sangat memadai. Jadi kalau ada apa-apa, justru UP ini yang harusnya langsung keluar, gak usah nunggu 13 tahun lagi dan kami investasikan kembali sekarang. (Money today is worth more than money 13 years from now!) Target dana S1 anak saya 13 tahun lagi Rp 1,5 M, kalau UP nya 4M artinya didepositokan juga sudah cukup. Kalau sampai perusahaan asuransinya gak mau membayarkan klaim dengan UP jiwa ini pun, aset yang ada masih dapat dikelola agar menghasilkan nilai yang optimal.”

SIP! Betul Mba,agen nya payah ni...Tapi Mba Ligwina klo yang dimaksud agen tersebut apa-apa adalah sakit kritis di mana mati tak mau hidup pun segan, butuh biaya pengobatan yang besar, sehingga UP (Uang Pertanggungan---kan gak semua orang Indonesia paham UP,jadi dijelasin dulu bahwa UP itu uang yang akan dibayarkan perusahaan auransi jiwa jika nasabah meninggal) belum keluar, bisa-bisa keluarga sudah panik, siap dana sana dana sini, ehhh lupa de bayar asuransinya karena gak d waiver,bisa-bisa jika sudah passed away asuransinya hangus karena lupa dibayar. Ini kan kegunaan waiver mba? Mba lebih pahamlah...Trus jika sampai perusahaan asuransi jiwa tidak membayarkan klaim bukannya mumbajir mba?,mba kan konsultan keuangan harusnya berpikir efektif dan efisien jangan sampai uang yang kita keluar mala tidak ada gunanya..hehehe sekali lagi Mba lebih paham dari saya lah...




Yang ini ada investasinya lho Mbak.

“Unit investasi dalam unitlink itu sama saja dengan reksadana. Jadi investasinya langsung aja di reksadana Mas. Jadi kalau investasinya Rp 500ribu per bulan atau Rp 6 juta /tahun. Terus asuransinya dibeli terpisah dengan asuransi jiwa term life 10 thn (beserta asuransi kecelakaan), UP Rp 1 M, premi Rp 4 juta /tahun. Jadi dengan bayar Rp 10 juta / tahun saya dapat UP lebih besar, investasi saya di reksadana cuma dipotong 0% - 2% subscription fee. Tadi Mas kasih saya ilustrasi Rp 12 juta /tahun, UP cuma Rp 280 juta, unit investasi dipotong fee 5% dan tahun-tahun pertama gak langsung masuk ke unit investasinya.”

Betul sekali mba,seperti awal yang saya bilang unit link itu untuk mereka yang sudah siap investasi namun belum paham betul tentang reksadana sehingga perusahaan asuransi mencoba membuat produk tersebut. Ya karena perusahaan harus menggaji orang untuk urus alokasi dana ya masa fee 5% diributkan??? Itung-itung uang repotlah. Jika mba Ligwina berkata demikian, mungkin akan bermanfaat untuk mereka yang masih mau luangkan waktu belajar lebih dalam tentang reksa dana. Sayangnya masyarakat di Indonesia belum siap banget. Makanya orang yang lumayan (dari segi uang dan pendidikan) mau bayar mahal Mba Ligwina untuk jadi konsultan mereka yang mau belajar. Jadi mba Ligwina bisa menerima manfaat dari fee konsultan dari mereka kan? Hehehe Samalah perusahaan asuransi juga meninta fee untuk menggaji tenaga profesional untuk mengatur alokasi dana investasi nasabah. Jadi sama-sama cari makan ni ceritanya...


Oh Term life, itu kan traditional Mbak. Kami udah gak jual itu.

“Kenapa dong gak mau jual? Mau traditional atau modern gak masalah Mas. Yang penting produknya membuat Financial Plan saya efisien. Dengan mengeluarkan uang yang lebih sedikit, saya dapat lebih banyak coverage dan unit investasi yang saya dapatkan lebih banyak, gak dipotong-potong fee terlalu banyak. Ini belum ngomongin return lho.”

Nah ini dia salah agennya lagi, sapa bilang perusahaan asuransi sudah tidak jual tradisional? Payah ya Mba agennya,hehehe. Perusahaan asuransi masih jualan yang tradisional hanya saja sekali banyak masyarakat Indonesia males beli asuransi karena uang nya hangus. Itu sebabnya asuransi lambat sekali pertumbuhannya waktu itu. Semenjak ada produk asuransi unitlink,tidak bisa kita pungkiri minat masyrakat terhadap asuransi bertumbuh cepat. Coba aja de mba Ligwina jadi agen asuransi jual yang tradisional, pasti ngos-ngossan juga de...pasar lebih suka sesuatu yang bayar sekali dapat dua kali. Makanya tidak heran restoran mulai menyajikan menu paket-paket. Misalnya paket A dapat nasi+ayam+sayur+es teh manis (Rp20rb) akan lebih enak dilihat ketimbang Ayam 10rb nasi 3rb sayur 5rb es teh manis 4rb...asuransi unit link ini hanya mengikuti pasar kok, apa yang diminta ya kami mencoba melakukan inovasi. Mendingan mana,Mba Ligwina sebagai konsultan untuk masyrakat enggan punya polis karena males uang nya hangus, atau punya polis unitlink yang cukup membuat mereka tertarik karena ada nilai investasinya?.Ya ajarkan mereka konsep asuransi dan reksadana terpisah dong! Pasti mau jawabnya gitu, ya benar itu mba, tapi mau sampai kapan? Pemerintah aja ngos-ngosan ningkatkan jamsostek.


Term life kan gak ada nilai tunainya Mbak? Terus kalau sudah tua, umur 55 misalnya, jadi mahal kan preminya Mbak.

“Saya perlu asuransi jiwa untuk perlindungan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Saya tidak beli asuransi untuk cari nilai tunai. Semua nilai tunai tercapai dengan investasi yang sistematik. Saya membuat Financial Plan keluarga saya lengkap dengan Dana Darurat dan investasi dibagi berdasarkan tujuan. Jadi keperluan asuransi pun harus direview tiap tahun.

Umur 55 tahun harusnya sudah siap dengan dana pensiun dong. Jadi gak perlu lagi asuransi jiwa. Kalau pun belum punya dana pensiun, anak-anak harusnya sudah besar-besar. They should take care of themselves, gak perlu lagi nilai tunai atau Uang Pertanggungan asuransi jiwa dari kami. Umur segitu yang saya perlukan jadinya asuransi kesehatan untuk pensiunan dan Dana Pensiun dalam jumlah besar.”

Betul Mba Ligwina, itu karena mba sangat paham soal investasi,tetapi kenapa Mba Ligwina tidak ada di pasar-pasar di mana mereka punya banyak uang namun tidak merencanakan keuangannya dengan baik. Banyak dari mereka tidak punya polis asuransi jiwa. Itu karena mereka tidak belajar financial planning seperti Mba Ligwina. Agen asuransi justru hadir di tengah-tengah mereka meskipun agennya sering ditolak, dimaki-maki, dan dijauhi. Agen asuransi belajar juga kok soal financial planning dan bahkan ada yang memiliki gelar CFP (Certified Financial Planning). Mereka yang tidak tau apa-apa sampai bisa menghitung dana pensiun dengan inflasi serta rumus Future Value. Mereka jelaskan ke masyarakat tanpa terlebih dahulu meminta fee konsultan. Mereka memberi edukasi pentingnya asuransi dan perencanaan keuangan untuk keluarga. Jika mereka sudah jelaskan panjang lebar, yang dijelaskan mengerti, tapi tetap tidak mengambil asuransi dengannya bukankah itu murni edukasi? Jika sama Mba Ligwina boleh gak konsultasi gratis?hehehe


Betul Mbak, kesehatan penting sekali. Yang ini ada untuk penyakit kritisnya Mbak. 40 penyakit kritis yang dicover.

“Permisi ya... coba deh periksa di polis asuransi yang sudah jadi. Asuransi penyakit kritis ini gak akan langsung keluar begitu kena diagnosa. Fungsi asuransi penyakit kritis ini fungsinya seperti asuransi kecelakaan : untuk menggantikan hilangnya penghasilan karena ketika kena penyakit kritis kita gak bisa bekerja normal lagi. Bukan untuk mengobati. Jadi kalo kena diabetes, masih bisa hidup 7 tahun lagi, ya gak keluar tuh UP penyakit kritisnya. Gagal ginjal kedua-duanya dan tidak bisa transplan lagi, baru keluar UP penyakit kritisnya. Stroke, keluar UP nya. Kanker, stadium 4 baru keluar UP nya.”

Emang betul mba...tapi klo ud kena gagal ginjal kan keluar Upnya trus bisa digunakan untuk biaya pengobatan jadi tidak perlu jual asset, ambil tabungan pendidikan anak, dan jika ada weiver yang bebas premi,jadi UP meninggal tinggal tunggu aja klo harus dipanggil Tuhan cepat.


Jadi kalau kena penyakit kritis gimana dong Mbak?

“Harusnya Dana Daruratnya ada tuh Mas kalo cuma mau Rp 280 juta. Kalau kuatir dengan bagaimana mengobati penyakit kritis, kita perlu asuransi kesehatan yang bagus banget – yang mau bayarin biaya berobat rutin untuk penyakit kronis. Terutama yang ada guarantee renewability nya. Nah di Indonesia belum ada aturan yang mengharuskan guarantee renewability, jadi mending ambil asuransi kesehatan yang premium, udah ada kok dari luar negeri. Tinggal dibandingkan mana yang prioritas, beli asuransi premium ini atau investasi. Premi asuransi kesehatan premium itu berkisar antara US$700-US$7000, dengan benefit pembayaran jika sakit yang aduhai juga.”

Ya mba Ligwina, bicara soal luar negeri lagi, perusahaan asuransi di Indonesia memperkejakan banyak orang hingga ratusan ribu jiwa. Jika Mba Ligwina yang notaben nya sudah dikenal banyak orang apa lagi yang sering dengar radio Trax FM sama Hard Rock itu bisa mempengaruhi orang dengan mengatakan asuransi kesehatan di Indonesia secara tidak langsung kurang bagus menyebabkan banyak dari mereka terpengaruh dan tidak siap juga ambil asuransi dari luar negeri jadinya mereka tidak punya apa-apa...Saya bisa analogikan apa yang mba lakukan adalah seperti seorang ketua persatuan garmen, yang mengatakan kain buatan Indonesia masih rendah mari kita import dari kain Cina...wawawa mematikan penghasilan orang ini...


Yang syariah juga ada lho Mbak

“(may be it’s the jilbab thing hehehe) Mas, bukan soal syariah gak syariahnya. Tapi struktur produk unitlink nya ini yang gak nyambung sama sekali dengan Financial Plan saya. Kalau mau cari produk syariah, reksadana juga banyak yang syariah.”

Ya ini no comment lah...


Return unitlink tinggi lho Mbak.

“Kalau mau return tinggi, justru jangan di unitlink Mas. Reksadana Saham tuh resiko tinggi, return juga sekarang lagi tinggi. Sama kan unitlink juga punya kok reksadana saham, disebutnya equity fund, padahal sama aja. Jadi tinggal liat, hayo berapa return equity fund nya?


Itu kan cuma urusan MI mana yang lebih jago aja. Jadi siapa MI nya?

Schroders, Fortis, Manulife, Trimegah, Danareksa? MI-MI itu semua jual reksadananya sendiri lho, beli langsung atau lewat bank juga bisa, subscription fee nya juga lebih rendah 0%-2%, di unitlink 3%-5% kan? Coba deh cek siapa MI nya. Kalau MI ini gak jual reksadananya (baca: unit investasi dari unitlink) kecuali lewat asuransi yang sister companynya, malah gawat dong. Artinya distribusinya terbatas sekali. Ya simple aja, bandingin performance nya dengan MI lain. Kita mempercayakan dana kita dikelola oleh MI, ya harus mau membandingkan MI-MI ini dong.

Tapi, ngapain saya beli reksadananya Schroders, Manulife, Fortis atau Danareksa lewat asuransi kalo saya bisa beli langsung ke mereka atau lewat bank?

(FYI periksa performance MI di unitlink dan reksadana. Harusnya dalam 3 tahun terakhir equity fund dari unitlink dan reksadana dapat menghasilkan return > 40% per tahun. Jadi kalau ada MI yang equity fund nya di tahun 2005 hanya menghasilkan 14%.... tanya kenapa! Yang bener aja, diputerin ke mana tuh uangnya, ngaku aja equity fund, jangan-jangan isinya bukan saham. Gawat gak tuh?)”

MI apa sich mba? Yang ini saya setuju jika mba bicarakan dengan mereka yang ingin lebih banyak belajar dengan Mba Ligwina...berapa fee nya per hour?hheheeh

Sekali lagi untuk masalah ini kan tergantung kepada siapa ini dibicarakan. Perusahaan asuransi memiliki niat baik pastinya yaitu memperbesar omzet premi sehingga banyak orang-orang di Indonesia melek asuransi, ya mungkin karena unitlink inilah asuransi jadi mulai bisa diterima. Mba pernah jadi agen asuransi? Aduh susah banget mba,,,ketemu 10 orang paling 1 yang mau...Klo Mba kan tinggal bicara, 1orang bayar 10 orang dapat ilmu dari mba,hehehe


Ya diversifikasi aja Mbak. Kalau punya uang lebih, bisa ditaro di unitlink.

“Mas, unit investasi dalam unitlink itu sama aja dengan reksadana. Jadi kalau mau diversifikasi bukan lewat unitlink, tapi di jenis instrument nya. Money Market, Fixed Income, Balance or Equity. Jadi diversifikasi bukan liat di struktur asuransi yang digabungkan dengan unit investasi reksadana dong. It doesn’t make sense.”

Yup betul...perusahaan asuransi melalui agen juga sudah memperkenalkan jenis instrument tersebut kepada masyarakat, secara gratis lagi,hehehe Yang jelas unitlink memberi daya tarik sendiri untuk masyarakat Indonesia memiliki polis,jadi jangan dibilang gak masuk akal dong...ini kan tuntutan pasar,dulu orang Indonesia males beli asuransi karena uang hangus,ya mereka berinovasilah,,,masa mereka yang memiliki uang lebih namun gak banyak tapi ingin punya asuransi rangkap reksadana kebingungan gara-gara harus konsultasi pribadi dulu sama Mba Ligwina...hehehe perusahaan asuransi melalui agen saja mau hitungin persiapan dana pensiun secara gratis meskipun nanti jadi ambil polis apa tidak urusan belakangan..di web QMFinance harus hubungin konsultan di sana bisa-bisa nanti ada paket dengan fee nya ni...hehehe ya sekali lagi sama-sama cari makan kan Mba...


Ya tapi kan gak semua orang seperti Mbak Wina…

Lho, kenapa gak? Tell me : Why not? Coba kasih alasan yang bener. Kenapa kita semua gak bisa bikin Financial Plan yang komprehensif – yang lengkap – yang betul-betul memperhatikan semua kebutuhan keluarga kita? Kenapa kita semua gak bisa membuat diri lebih pintar supaya bisa mengerti semua isi dagangan produk-produk investasi atau asuransi yang sedang ditawarkan di depan mata kita?
Kenapa kita semua gak bisa membeli produk keuangan dengan lebih efisien, sehingga gak bayar fee kebanyakan, gak beli produk yang underperforming, dan bisa mencapai lebih banyak tujuan finansial dengan lebih cepat?
Gak ada kan alasan supaya kita gak bisa begitu?

Tell me why I need this??? FrownSeriously...Listen up! Let’s say this together… out loud…

You ARE smart! You continuously gain more knowledge on investment. Check out the numbers and let the numbers speak to you…Numbers don’t lie!

Ligwina Hananto

Ampun Mba Ligwina,semuanya benar,agen nya aja yang usil tu...Namun seandainya saat ini jika banyak dari masyrakat mengantri untuk beli polis asuransi seperti mengantri buka rekening bank, mungkin agen asuransi tidak dihargai, fee pun jadi murah dan bisa melaksanakan sesuai yang mba katakan semua. Hanya saja perusahaan asuransi membutuhkan tenaga profesional, agen yang berdedikasi, siap ditolak, dijauhi bahkan sama teman-temannya sendiri demi membuat banyak masyarakat sadar dan memiliki polis asuransi jiwa. Mereka panas2an, hujan2an, bahkan lebih banyak di lapangan, dan jauh dari ruangan kantor ber AC demi membuat orang memiliki asuransi jiwa yang sangat penting. Pengorbanan mereka inilah membuat perusahaan asuransi jiwa memberi penghargaan yang besar kepada agen asuransi dan mungkin sebagian dari fee yang menurut Mba Ligwina itu besar. Saya suka dengar program mba di radio dan bahkan saya sangat terinspirasi dari ajaran mba, namun kyaknya Mba belum saatnya berkata demikian di mana masih banyak orang takut beli asuransi jiwa karena uangnya hanguslah, takut ditipulah dan sebagainya.

I tell u why u need this,,,No u don’t need this because You are smart! But I tell u, The people don’t care how smart are u, but the people know how care are u...hehehe gtkan inggris nya? Saya kan gak smart..

Denny Dominicus

Minggu, 02 Agustus 2009

Budi, Teruslah Bermain Bola...

Hahaha,,,setelah lama saya tunggu apa yang akan dilakukan pihak manajemen perusahaan 3 setelah klub sepak bola besar yang dia gandeng tidak jadi datang ke Jakarta...

Saat saya pulang ke rumah, saya melihat billboard 3 masih dengan ciri khasnya dan tertulis "Budi, teruslah bermain bola"

Saya yakin ini untuk menanggapi komentar candaan dari publik yang terlontar "Budi tidak jadi bermain bola".

apa makna dari semua ini? Saya yakin dengan billboard "Budi Teruslah bermain bola" jelas menguatkan dan menepis anggapan bahwa perusahaan provider baru ini tidak akan gulung tikar hanya MU tidak jadi datang ke Jakarta.

Perusahaan 3 begitu apik dan cerdas dalam menanggapi isu-isu bahwa 3 akan bangkrut yang beredar di publik...Ini memang memerlukan kegiatan PR yang cukup pintar..Saya saja tidak terpikir haruus tetap memasang billboard demikian...

Dalam dunia PR memang segala isu dan rumor tidak perlu ditanggapi secara serius, masyarakat justru lebih yakin jika perusahaan menanggapi suatu isu atau rumor dengan tenang dan ada sedikit candaan...

Bandingkan dengan RS. Omni (lagi2 dia) yang menggunakan sikap emosi dan keras justru mala mendapat kecaman dari publik...

Saya jadi ingat waktu perusahaan Airlines Amerika Serikat yang menjadi korban pembajakan dan menabrak gedung tertinggi World Trade Center pada tanggal 11 September silam...

Tentu secara mata publik, perusahaan airlines tersebut akan bangkrut karena banyak yang takut naik pesawat yang keamananya tidak terjamin, dan apa lagi nama jelek akan datang bertubi-tubi ke perusahaan Airlines tersebut...

Namun apa yang dilakukan perusahaan Airlines tersebut?

Mereka justru memasang iklan di koran nasional setengah halaman dengan gambar di mana kejadian 11 September (Pesawat menabrak gedung World Trade Center) dan menuliskan demikian "Kami tidak hanya antarkan anda ke bandara, Kami langsung antarkan Anda ke kantor Anda"

Sekilas ini seperti mengejek, namun masyarakat akhirnya sadar bahwa "Ya, teroris dapat terjadi di mana saja, dan kapan saja, bahkan negara super power pun bisa menjadi korban"

Hal ini juga demikian dengan Indonesia, tidak perlu kecut dan berkecil hati, saya yang baru pulang dari Bali, bule-bule masih bertebaran di mana-mana, orang-orang Jepang masih menikmati pemandangan di Bali, dan mereka sama sekali tidak takut,,,Ya sebab TERORIS BISA TERJADI DI MANA SAJA, AMERIKA, INGGRIS, PERANCIS, pernah menjadi korban teroris...So Budi, Teruslah Bermain Bola...

Kamis, 04 Juni 2009

RS. Omni Perlu Belajar strategi PR di LSPR atau Minimal Baca BUku PR nya Pak Sillih

Pada era jaman komunikasi tanpa batas sekarang ini sangat perlu sekali belajar atau minimal memahami apa yang seharusnya dilakukan perusahaan dalam milah menanggapi isu2 atau keluhan dari masyarkat akan perusahaan tersebut...

Dengan majunya alat2 komunikasi, jangnkan hanya sebatas email dan internet, hanya dengan SMS di HP saja dalam sekian detik dapat mengabarkan berita ataupun isu2 kepada sekian ribu masyarakat...Nah dengan keadaan seperti ini perusahaan besar khususnya mulai dapat lebih pintar menseleksi dalam hal menanggapi komplain dan isu2 yang hadir...

Jika sebuah institusi paham benar akan PR (minimal gak bego2 amat lah soal customer service) tentu dalam hal menanggapi komplain pelanggan yang terlanjur dimuat media seperti koran, emali, dan lainnya PASTI DITANGGAPI BALIK MELALUI MEDIA TERSEBUT...Contoh jika sebuah Bank dikomplain nasabahnya melalui surat pembaca di koran gara2 pelayananya yang tidak memuaskan maka, pihak Bank akan menindak lanjutin kebenaranya dengan memanggil yang mengkomplain dan diselsaikan secara elegan kemudian dengan cepatnya Bank itu membalas surat pembaca komplain itu ke koran yang digunakan si pengkomplain..ya paling dibalasnya seperti ini "Masalah yang dialami oleh XXX pada tangal XXX telah diselsaikan dengan baik dan si XXX telah menerima penjelsan kami dan memaklumi hal tersebut. " SUDAH SELESAI MASALAH DAN MASYARAKAT TETAP TU NABUNG DI BANK TERSEBUT...

Nah namun mungkin pihak manajemen RS Omni ini berotak Om senang mungkin..pake NAFSU dan merasa DIRI HEBAT sehingga sok2an nuntut secara hukum..Secara PR ini sangat fatal dan memalukan sebab mala Omni tidak dapat simpati yang di mana langkah PR terpenting mendapatkan simpati...Hujatan yang didapati RS Omni...

Saya jadi ingat kasus yang sama dialami Prudential pada tahun 2002,,,di mana nasabah Pruden komplain di koran gara2 Pruden tidak membayar claim..Saat itu Pruden mencoba melakukan penyelesaian secara keluarga namun tidak berhasil dan justru masalah di blow up sehingga hampir semua nasabah Pruden menarik uang mereka di Pruden..Pruden dituntut secara hukum..BAHKAN DIPUTUSKAN DI PENGADILAN PRUDENTIAL DINYATAKAN PAILIT...

Nah, di sini, dengan strategi PR yang luar biasa, Prudential mencoba mendapatkan simpati masyarakat dengan memposisikan Pruden sebagai korban...Kasasi dilakukan, kemudian meminta ditinjau ulang, Nyatanya nasabah tersebut tidak dibayar claimnya karena penyakit tersebut telah ada sebelum nasabah tersebut membuka polis Prudential dan tidak mengaku sejak awal...Hasilnya Pengadilan menarik kembali keputusan mempailitkan Pruden...Bahkan nasabah tersebut meminta maaf melaui media yang waktu itu digunakan untuk mengkomplain...

Di sini bukan bermaksud mengajari memanipulasi konsumen melainkan jika memang RS. OMni tidak bersalah dan memang hasil pemeriksaan pasienya benar untuk apa sich sampai ketakutan gitu..Ya uda tinggal tunjukan hasil nya, jelaskan tidak benar apa yang dikatakan pasien dan balas surat pembaca tersebut ke media yang digunakan si pasien..SELSEAIl..toh di jamin masyarakat tetap berobat di RS. tersebut..kenapa saya yakin?

Sederhana saja, berapakali kita mendengar dokter sering mal praktik? Lalu apakah membuat RS jadi sepi dan tidak ada yang mau berobat?TIDAK KAN? Klo memang ada kesalahan mengakulah dan berjanji memperbaiki nya...

Masih gak ngerti? Ud sana kirim manajemn RS sekolah di LSPR atau gak belajar langsung sama Ibu Pritanya..(Bukan Prita yang dituntut tapi Ibu Prita Kemal Gani) klo sayang uangnya ya baca de buku Strategi PR penulis Sillih agung Wasesa..di perpus kampus banyak kok klo gak mau beli..

Selasa, 02 Juni 2009

MEGAPRO-SBYBERBUDI-JKWIN

Biasanya nomor dua dari tiga itu kemungkinan bisa menang..saya bilang kemungkinan...Saya bukan berarti dukung nomor dua lhoo...

Saat ini saya masih bersimpati dengan JKWin..dari program kerja dan kegiatan marketing politiknya yg realistis JKwin cukup pintar..namun bukan berarti saya pilih dia...

Nah teman-teman ada baiknya kita mulai de menyeleksi mana yang menjadi kandidat kalian...

JANGAN GOLPUT LAGI YAAA

Jumat, 13 Maret 2009

Selangkah anda bebaskan Akhir dapat semua

Ini dia seorang sahabat bertanya, bagaimana membuat dia tidak melarang-larang saya untuk pergi dengan teman2 saya. Bingung...Seorang sahabat bertanya pada saya bagaimana membuat dia paham bahwa apa yang tidak saya perbolehkan itu baik adanya...bingung...hehehe1. Sudahkah menemukan alasan yang jelas mengapa anda harus melarang pasangan anda untuk suatu hal? Jika alasanya hanya sebuah kecurigaan itu tidak akan berguna. Misalnya anda melarang dia pergi dengan teman2nya dengan alasan "Tidak suka aja kamu jalan dengan dia,dia kan ini itu bla bla" Ohhh itu bukan alasan. Jika tidak ada alasan biarkan saja dia pergi..Anda akan lebih terliaht cool...percayalah.2. Jika anda memang tahu bahwa alasan itu benar untuk anda larang. STOP!!! Jangan merasa sudah boleh melarang!!! BIarkan saja pasangan anda pergi. Coba apakah anda ingat saat anda masih kecil? Anda suka sekali makan permen dan cokelat. Orang tua anda melarangnya karean dapat merusak gigi. apakah anda saat tiu juga berhenti makan cokelat dan permen? Tidak, anda saat kecil pasti curi2 untuk menikmatinya. Begitu juga yang akan terjadi anda melarang mentah2 pasangan anda meskipun memiliki alasan yang baik. Biarkan dia lakukan, jika memang ternyata harus merasakan sakit gigi dan menahan sakit karena perbuatanya, saat itu juga anda masuk sebagai pasangan yang menyadarkannya. Itu tugas pasangan. Tidak pernah pasangan hanya bertugas melarang2 dunia orang lain, Tugasnya adalah saling menjaga dan menuntun saat pasangan anda salah.3. Jangan takut jika hanya pasangan anda pergi beruda saja dengan teman lain jenisnya diam-diam. Ini tandanya anda jangan2 kurang waktu buatnya tau jangan2 anda membosankan. Mulai intropeksi diri. Jangan ditanggapi dengan marah besar (Hasilnya tidak enak, PUTUS!!!)hehehe coba tenang,klo ud terlanjur marah besar karena sifat manusia, cepat2 kembali tenang...cool, tarik nafas sangat berguna. Mulai bangun percakapan yang lebih santai. Bertanya secara diplomastis. Misalnya "Ehm,ok kyaknya saya yang salah sehingga kamu lebih memilih jalan dengannya dibandingkan saya, saya tidak tahu apa salah saya, boleh kamu membantu saya untuk intropeksi diri?" atau "saya tidak permasalahkan lagi soal ini karena in sudah terjadi, dan saya ingin mencoba hadapin masalah ini dengan tenang,dan boleh kamu cerita apa perasaan kamu saat itu?"4. Biarkan dia membandingkan dengan yang lain. Terkadang kita takut kalah saat dibandingkan dengan yang lain. Karena takut kalah, jadinya kita melarang pasangan kita lebih banyak waktu bersama teman-temannya yang lain jenis. Manusia selalu melihat dari pandangan pertama. Wajar rumput tetangga akan lebih hijau dibandingkan anda. Tapi ingat, itu hijaunya hanya tahan maksimal 3 bulan, percayalah sebab anda bukan sekedar hijua namun memiliki pupuk cinta yang tulus untuk pasangan anda. Sudahkah anda punya pupuknya? Apa itu? Biasa mendengarkan keinginan pasangan anda terhadap diri anda, mau mengurangi sifat2 buruk yang tidak disuka pasangan anda dan siarami dengan komunikasi yang hangat.5. Terakhir, saat anda ingin melarang dia, saat itu juga jangan keluar kata TIDAK BOLEH. Ubah cara penyampaiannya. Misalnya, pasangan anda berkata ingin pergi keluar kota dengan teman-teman lamanya dan disitu ada teman lawan jenis juga, Katakan "Wah tentu boleh, liburan memang menyenangkan dengan teman-teman. Kapan perginya?" Maka pasangan anda akan nyaman dan menjawab dengan jujur lalu bertanya lagi namun terlihat anda tertarik dengan rencan liburan tersebut seperti "Wah, harus ada pria yang jaga dong, kira2 siapa rencanya pria yang ikut" klo anda wanita bisa bertanya "Ich masa pria2 aja yang pergi, kyak komunitas gay, pasti ada wanitanya kan? Siapa aja wanita ynga rencananya ikut" Dengan percakapan ini anda akan investasi perasaan anda untujangka panjang sebab anda justru jadi paham dibalik semua kehidupan pasangan anda, selanjutnya anda tinggal menikmati kejujuran pasangan anda. Ingat jika semua sudah anda lakukan, dant ternyata pasangan anda menyalah gunakan kepercayaan anda, HANYA ANDA YANG DAPAT MEMBUAT KEBIJAKAN DARI KEHIDUPAN PASANGAN ANDA. Namun ingat, justru bagi anda yang memiliki pasangan yang sama sekali terlihat jujur dan baik, maka anda harus waspada sebab manusia tidak pernah sempurnah apa lagi soal cinta. Happy Loving!

Minggu, 08 Maret 2009

Happy Loving

Ini dia yang harus diketahui sebelum berkomitmen menjalin kisah cinta pacaran1. Kita selalu siap untuk hadapain rencana bahagia ke depan namun tidak mempersiapkan rencana masalah ke depan. Percayalah, siapkan rencana masalah kalian berdua..kira2 masalah apa yang akan muncul dari kekurangan dan kelebihan kalian berdua.2. Setiap kebahagiaan pasti ada kesedihan.Maka jika saat kalian bahgia tertawa cobalah untuk mengatakan "Saat ini kita tertawa, mungkin suatu saat kita ribut, kira2 ribut apa ya?" Maka saat terjadi keributan ingatlah momen kalian bahagia maka solusi kalian dapatin.3. Tampaknya bukan hal yang tabuh ntuk selingkuh. Sebab selingkuh akan membuat kalian bisa memahami bahwa siapa sebenarnya pasangan anda saat ini. Sudahkah anda yakin dia yang terbaik. Ingat selingkuh ini ajang memperbandingan seberapa nyamankah anda dengan pasangan anda. Dan INGAT kenyamanan itu bukan 2-3 hari namun 23 tahun...4. Belajar menatap pasangan anda dengan tulus. Belajar memandang. Terkadang hal ini dianggap remeh dan tidak penting. TIDAK! Ini penting, jikaanda terbiasa melihat pasangan anda dengan tulus dan hati. Percayalah anda akan tahu jika pasangan anda ada masalah. Anda kan mendapatkan sense of loving yaitu feeling yang dalam. Sehingga jika pasangan anda melakukan hal yang belum anda ketahui namun secara alam bawa sadar (sub-consius) anda sudah tahu.Maka anda pun siap berubah menjadi lebih baik buat pasangan anda jika pasangan anda melakukan hal perubahan yang tidak menyenangkan bagi anda. Namun jika menyenangkan buat anda, anda berada di zona nyaman, dan berhati2lah.5. Biarkan pasangan anda tidur dengan orang lain!!! Hahaha pasti kaget. Ya tidak se-ekstrim itu. Maksudnya mengapa kita sering frontal dan langsung melarang-larang kehidupan pasangan kita? Biarkan dia lepas sebab kebosanan akan datang saat semua sudah di raihnya, maka tersadarlah bahwa mungkin kamu yang terbaik buat nya. Ingat lepas bukan berarti tidak anda perhatikan. Tetap fokus apa yang dia lakukan, tetap menjaga dan angkat dia saat terjatuh. Tuntun dia saat dia tersesat. Dengarkan cerita dia dengan tulus dan INGAT cerita dia tentang teman2nya. Banyak yang harus anda dengar untuk menjadi pasangan hebat.6. Take vacation togeter!Ya sekali-kali luangkan waktu ntuk liburan bersama. Tidak perlu mahal. Yang penting 1 hari penuh benar2 melakukan perjalanan seruh. Ingat tidak termasuk Mall dan bioskop ya....Jangan satu pihak yang bayar...biarkan kalian berdua menanggung budget liburan ini,klo biasanya pria tidak nyaman wanita mentraktirnya kali ini harus mulai nyaman. Ingat PENGORBANAN HARUS DILAKUKAN PASANGAN bukan? Biar liburan ini atas peran kalian berdua7. Coba lah untuk berdiskusi tentang keadaan yang tidak kalian ingin hadapi. Misalnya bertanya "Bagaimana jika kita tidak bersama lagi, apa kamu rasakan" atau "Apa yang akan kamu lakukan jika saya sudah tidak bersama lagi dengan kamu" atau "Jika kita menikah siapa yang sebaiknya meninggal duluan" Diskusi ini akan menambah keyaknan pasangan anda atau anda betapa pentinganya kalian bersatu.8. BUATLAH MIMPI BESAR PASANGAN ANDA!!! Banyak dari pasangan terkadang gagal karena merak tidak memiliki mimpi atau goal yang ingin diraih. Berjalan dan menunggu waktu menentukan padahal bukan waktu yang menentukan melainkan anda sendiri menentukan arah kalian berdua yang tidak memiliki tujuan. Jangan takut mengatakan saya ingin punya 2 anak, 1 wanita dan 1 pria. Yang pria harus biasa main alat musik dan wanita harus pandai berbahasa perancis. Katakan saja...mimpi-mimpi seperti itu akan membuat anda tanpa sadar masuk dalam jalur komitmen yang kuat.9. Ciptakan suasana yang ingin anda dapatkan. Mengapa wanita harus menunggu pria beromantis untuk anda? Kenapa tidak anda ciptkan saja!!! Jangan menunggu pasangan anda yang lakukan pertama kali. Iya jika pasangan anda paham apa yang anda mau. Jika tidak? Andalah yang ciptkan. Tidak masalh wanita memberikan bungan pada pria. yakinlah pria akan berkata "Wah aneh sekali saya dberikan bunga pada seorang wanita" maka jawablah wanita "Karena bunga lambang rasa cinta kepada seseorang, dan saya ingin menunjukanya pada kamu" Maka tentu si pria akan memberikan bunga untuk anda suatu saat nti.10. Terakhir, biarkan hubungan kalian putus nyambung..bukan hal yang buruk,,ini menandakan kalian memang tidak dapat berpisah. Maka saat nyambung kembali, maka lakukan step 1-9 dia atas. Happy loving!